Minggu, 15 Desember 2013

The function of IT for Public Health


Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Sistem informasi memiliki definisi kumpulan informasi di dalam sebuah basis data menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan di dalam pengambilan keputusan bisnis sebuah organisasi. Di dalam suatu organisasi, informasi merupakan sesuatu yang penting di dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Jika ditinjau dari asal sebuah kata teknologi. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologia, atau techne yang mempunyai arti ‘keahlian’ dan logia yang berarti ‘pengetahuan’. Dalam pengertian yang sempit, teknologi merupakan sesuatu yang mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Itu tadi sedikit, pengantar tentang TI, SI, dan TIK. Kemudian apasih sebenarnya implementasi TI buat bidang Kesehatan Masyarakat sendiri...ini dia jawabannya J .
           Membantu pelaksanaan surveilans epidemiologi
           Pengamatan kejadian penyakit dari hari ke hari
           Pencegahan KLB penyakit
           Mendeteksi dini kejadian gizi buruk
           Mendeteksi peningkatan kejadian malaria, diare, dan demam berdarah.
Nah, untuk kali inilebih fokus untuk membahas implementasi teknologi informasi pada pelaksanaan surveilans epidemiologi.
Surveilans Epidemiologi kegiatan analisis secara sistematik dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut, agar dapat melakukan tindakan penanggulanagan secara efektif dan efisien melaui proses pengumpulan data, pengolahan, dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.(WHO)
Sumber foto : http://www.blogkesmas.com/2013/01/konsep-dasar-surveilans-epidemiologi.html
Epi info yang merupakan salah satu penerapan surveiulans epidemiologi memiliki definisi yaitu serial perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi di bidang epidemiologi dan kesehatan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengidentifiksi kebutuhan data surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak sekolah, identifikasi informasi yang dihasilkan surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak sekolah serta pembuatan prototype aplikasi surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak sekolah.
a.         Pengumpulan data
b.         Pengolahan data
c.         Analisis dan intrepetasi data
d.         Distribusi data
e.         Evaluasi
3.         Kelebihan dan Kekurangan Epi Info
Nah, kelebihan Epi Info yaitu :
           Data lebih valid dan cepat
           Dapat melakukan upaya pencegahan
           Dapat melakukan perencanaan program
           Dapat mempercepat dan meningkatkan kualitas data dan informasi sistem surveilans yang berjalan
           Membutuhkan sedikit biaya
Sedangkan kekurangan Epi Info yaitu :
           Pencatatan dan pelaporan yang tidak dilakukan secara teratur menghasilkan data yang tidak akurat
           Tidak semua wilayah dapat dijangkau oleh intenet
           Jumlah sumber daya manusia dalam pemanfaatan Ti belum terpenuhi.
Sumber foto : http://www.epiinformatics.com/
Oke, cukup bloggers J selamat membaca. Artikel ini disusun berdasarkan hasil diskusi kelompok 2 Kelas A 2012 FKM Universitas Diponegoro J.

Manfaat Kesehatan Protein Kedelai


Kualitas protein kacang kedelai juga bagus karena protein kedelaimengandung semua asam amino esensial yang dibutuhan tubuh manusia, dan dapat disejajarkan dengan protein hewani. Pada saat ini, banyak penelitian di negara maju, terutama di AS, yang berhubungan dengan manfaat protein bagi kesehatan.
Protein Kedelai Menurunkan Kolesterol dan Mencegah Atherosclerosis
Konsumsi protein kedelai setiap hari dapat menurunkan resiko panyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol-LDL darah dan lemak darah. Selama bertahun-tahun para peneliti mendapatkan bahwa konsumsi makanan dari kedelai mempunyai efek cenderung menurunkan kolesterol karena kedelai rendah kadar asam lemak jenuhnya dan tidak mengandung kolesterol. Penggantian protein hewani dengan protein kedelai dalam makanan sehari-hari terbukti menurunkan kadar kolesterol baik pada hewan percobaan maupun manusia.
Menurunkan Berat Badan
Hasil metabolisis menunjukkan bahwa terdapat 38 hasil studi yang menunjukkan atau menyimpulkan bahwa konsumsi protein kedelai menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, tanpa menurunkan kolesterol HDL, pada orang yang mempunyai kadar kolesterol yang tinggi. Konsumsi protein sebanyak 25 gram per hari menunjukkan adanya penurunan kolesterol pada orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi (hiperkolesterolemik). Mekanismenya belum begitu jelas, tetapi ada beberapa teori yang dapat menjelaskan hal tersebut. Para peneliti telah menemukan bahwa isoflavon yang terdapat dalam protein kedelai meningkatkan efek penurunan kolesterol pada monyet rhesus. Sinergi antara protein dan isoflavon diduga merupakan faktor utama dalam kemampuan kedelai dalam menurunkan kelesterol. Protein kedelai juga menunjukkan daya hambat dalam oksidasi kolesterol LDL. Hal ini merupakan cara lain dari protein dalam mencegah atherosclerosis.
Protein Kedelai Menurunkan Resiko Osteoporosis
Konsumsi protein kedelai juga terbukti dapat menurunkan resiko osteoporosis. Protein kedelai dalam bentuk isolat dapat mencegah kerapuhan tulang pada tikus percobaan yang dijadikan model untuk mempelajari osteoporosis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi apakah sifat protektif kedelai ini berasal dari protein atau isoflavon yang terkandung di dalamnya. Para peneliti yang lain menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi protein kedelai kehilangan kalsium lebih sedikit ke dalam urine dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi protein hewani . Konsumsi asam amino belerang yang berlebihan, yang terjadi jika banyak mengkonsumsi protein hewani, cenderung untuk memperbanyak kehilangan kalsium dalam urin.
Protein Kedelai Menguntungkan Ginjal
Konsumsi protein kedelai juga mempunyai efek yang menguntungkan fungsi ginjal. Pada tikus percobaan yang di disain mempunyai penyakit ginjal, konsumsi protein kedelai mempunyai daya hidup yang lebih baik dan mempunyai kerusakan ginjal yang lebih sedikit dibandingkan dengan konsumsi protein susu (kasein). Suatu studi yang dilakukan pada sukarelawan yang sehat menunjukkan adanya perbedaan dalam fungsi ginjal antara yang mengkonsumsi protein kedelai dengan yang mengkonsumsi protein hewani pada kadar yang sama. Pada saat mengkonsumsi protein kedelai terjadi glomerular filtration rate, aliran plasma ginjal dan kejernihan fraksi albumin yang lebih rendah. Implikasi praktis dari studi ini adalah bahwa pasien akan menghasilkan hasil yang sama jika diberi protein kedelai dibandingkan dengan jika diberi makanan yang dibatasi kadar proteinnya.
protein susu kedelai1 300x292 Manfaat Kesehatan Protein Kedelai
susu kedelai kaya protein nabati

Diambil dari : http://tips.diet-sehat.net/